The Mind is full of Art, and this is the Art of my Mind
May 23, 2008
Assalamualaikum WR WB. Setelah sekian lama vakum mengisi blog ini, tiba-tiba ada hal yang membuat saya ingin menulis lagi.
Blue Energy, ditemukan oleh Joko Suprapto, pria asal Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk Jawa Timur. Blue Energy adalah bahan bakar yang dibuat dari air laut. Temuan Joko ini sebenarnya telah dikenalkan pada tahun 2007 dihadapan presiden SBY, dalam ekspedisi Jakarta-Bali menjelang United Nations Conference on Climate Changes. Jika memang benar adanya, hal ini sungguh bisa menjadi sumber energi alternatif pada saat ini. dan jika memang menguntungkan bahkan bisa menjadi sumber energi utama.
Selain Blue Energy, ada juga banyugeni yang dikembangkan di jogja. Walaupun masih ada pro dan kontra dalam kebenaran prosesnya, namun jika memang benar-benar menggunakan bahan dasar air, dan lebih murah rasanya kita bisa tenang, mengingat harga bahan bakar minyak yang begitu tinggi saat ini.
Rasanya cukup benar jika saya katakan, dalam keadaan yang serba susah ini, bermunculan penemu-penemu yang membawa kita menuju kemudahan. Sungguh besar karunia Allah. Disinilah yang mendorong kita untuk tetap bersyukur walau sedang ditimpa musibah yang berkepanjangan.. Tapi tinggal dilihat saja, bagaimana reaksi pengusaha minyak dan perusahaan minyak atas keadaan ini. karena selama ini, minyak merupakan sumber penghidupan bagi banyak negara dan perusahaan.
Wassalamualaikum WR WB
October 22, 2006
Hati kita,
Dihari Biasa Disaat Sering Terlena
Dengan Waktu Yang Tak Terasa Berlalu.
Nafsu, Amarah, Serakah, Iri,
Ego, Dengki, Dendam.
Mari Sucikan Hati Kembali.
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Semoga Selepas Hari Yang Fitri Nanti
Kesucian Hati Kita Tak Kan Luntur
Dan Dapat Menjadi Cerminan Hidayah Amal Ibadah Kita
Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf lahir batin!!!
Kalimat yang selalu muncul pada tiap hari raya idul fitri. Tapi bukan itu yang saya bahas dalam posting kali ini. Mari kita review sejenak bagaimana keadaan ramadhan kali ini.
1. Suasana ramadhan yang tidak kental seperti dulu. Ramadhan terasa seperti hari-hari biasa. Apakah karena tidak ada suara petasan kaya dulu? Pertama kukira hanya aku saja, ternyata banyak juga temen2 yang ngerasa gitu.
2. Zakat. Hasil penelitian Pusat Bahasa dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah dan Ford Foundation mengungkapkan, jumlah filantropi (kedermawanan) umat Islam Indonesia mencapai Rp 19,3 triliun dalam bentuk barang Rp 5,1 triliun dan uang Rp 14,2 triliun. Namun sebagian besar diberikan langsung kepada penerima, tidak melalui Badan Amil Zakat (BAZ) pemerintah. Dikatakan oleh pemerintah bahwa membayar zakat melalui BAZ belum membudaya di masayrakat indonesia. Sebenarnya jika dikaji dan dijalankan dengan benar, pembayaran zakat melalui BAZ bisa lebih efektif. Karena datanya lengkap maka pembagian zakat yang sampai 20 triliun ini dapat dilakukan dengan merata. Namun masalahnya adalah… Seberapa besar kepercayaan masyarakat pada Badan Amil Zakat ini? Jika uang bantuan bencana ke Aceh dan Yogjakarta saja di korupsi, bagaimana dengan zakat ? Uang haji aja ditilap..
3. Penetapan Idul Fitri. Seperti tahun-tahun yang lalu, ada perbedaan penetapan tanggal 1 syawal dari organisasi2 agama (NU dan Muhamadiyah). Entah pemerintah ikut yang mana. Gimana kita2 ga bingung?
4. Mudik. Masih saja banyak jalanan yang rusak saat mudik terjadi. Angkutan yang tidak layak, sehingga banyak pemudik lebih memilih menggunakan sepeda motor yang katanya lebih ber-resiko.
Mengingat ini adalah hari Idul Fitri, maka mari kita maafkan kesalahan yang telah terjadi, kesalahan kita sendiri juga. Mungkin kita yang kurang baik menyikapinya.
October 16, 2006
Siang ini Sony baru sampai ke kampus, setelah memarkir kendaraannya, tanpa sempat menghilangkan peluhnya terkena panasnya Surabaya, melirik ke arah jam menara yang menunjukkan pukul 1.46 siang."Ups, modulnya." Hampir saja modulnya ketinggalan di motor. Ia berjalan terburu-buru menuju lift. Angka penunjuk lift menunjukkan bahwa lift berhenti di lantai 8. "Wah, Lewat tangga nih !!". Sony pun berlari menaiki tangga. Sambil terengah-engah sony berhenti di lantai 4. "Kenapa son? dikejar polisi? Kok sampai keringatan begitu? " Tanya Anie yang bingung melihat sony kecape’an. "Terlambat Praktikum nih, jam setengah 2!!. Duluan ya!!" Sony kembali berlari meninggalkan Anie yang hanya senyum-senyum melihat sony berlalu.
Akhirnya sampai juga di lantai 7. Setelah mengetuk pintu, Sony masuk ke Lab G dengan bercak keringat di bajunya. "Maaf mas, terlambat" kata Sony sambil melirik jam dinding yang menunjukkan jam 1.50. "Hampir saja saya kunci pintunya. Silahkan duduk.Jangan terlambat lagi ya." Jawab asisten lab sambil mengunci pintu Lab.
Berbeda lagi dengan si Dion. Dia terlihat berjalan dengan santai dengan beberapa temannya dari warung mas karyo. Sesekali terdengar tawa dan senda gurau dari mereka. "Lho, kok baru datang? Kalian kan seharusnya praktikum jam setengah 2?" tanya Dewi yang duduk di depan kantin. "Emang. Terus knapa? Kan biasanya juga begini." Jawab Dion sekenanya diiringi tawa beberapa temannya. "Dasar" gumam Dewi sambil sedikit menggelengkan kepalanya.
Mereka terus berjalan menuju lift. Terllihat di depan lift sudah menunggu beberapa orang. "Naik lift yang satunya aja, yang ini penuh." kata salah satu teman Dion. Mereka pun menunggu lift yang lain sambil bercanda di depan lift. Dion menekan tombol angka 6 setelah di dalam lift. Lift-pun mulai bergerak naik. Sampai di lantai 6, "Cit, Sudah masuk dosennya?" tanya Dion sambil mendekati Citra yang duduk mengutak-atik hp-nya di depan counter lab. "Sudah tuh, dari tadi". "Kok kamu belum masuk?" Dion ikut duduk di sebelah Citra sambil menunggu teman-temannya memasukkan tas ke dalam loker."Iya, bentar lagi." Jawab citra tanpa memalingkan pandangan dari hp."Ini lho, masih sms-an sama si Dian".
Jarum jam menunjuk jam 2 tepat saat Dion dan teman-temannya selesai dengan lokernya masing-masing. Mereka pun berjalan ke menuju Lab MM1 dimana kuliah sudah dimulai sejak tadi. Dion memimpin teman-temannya masuk satu-persatu ke Lab, tanpa memperdulikan dosen yang berdiri di depan. Tidak ada reaksi dari dosen, seakan memaklumi apa yang terjadi di depannya. "Cit, bawa modul? bagi dong.." kata dion pada Citra yang duduk disebelahnya.
Diatas adalah sekelumit cerita yang terjadi di sebuah kampus Sekolah Tinggi Swasta di Surabaya. Bagaimana di dalam suatu lembaga yang sama, namun memiliki keadaan yang sanga berbeda pada bagian yang berbeda. Tanya Ke….napa?
October 2, 2006
Ada yang baru dari Google!! (Ato aku yang baru tahu ya??)
Google menggunakan teknologi RSS feed, menampilkan Google Reader memberikan kemudahan pada anda untuk memantau halaman web favorit anda.
Bekerja seperti sebuah email inbox, namun ini berisi halaman web yang selalu update. Jadi semua halaman web favorit anda terangkum menjadi satu di Google Reader anda. Semacam blog agregator lah. Mungkin seperti Sahabat Kampus -nya Mbro. Iya ga mbro? Namun ga cuma blog, semua halaman yang memiliki RSS feed dapat di subscribe. Selamat mencoba!!
below is abstrac and content of article “Ajax with Atlas, Anthem.NET or Ajax.NET” by Pieter Siegers.
AJAX is an acronym for a couple of technologies that make it possible for developers to update a web page content at the control level without having to do a complete page refresh. In this article Pieter Siegers takes a look at how far Ajax has evolved today with respect to .NET. He will take three current popular Ajax frameworks for .NET development - Atlas, Anthem.NET and Ajax.NET Professional -, and look at various aspects of their installation and use in ASP.NET applications. Then he will compare all three frameworks and look at their capacity to make Ajax-like development for .NET simpler. In part 2 of this article, he will continue the comparisons and produce a table that compares features for each of the frameworks.
- Introduction
- What is Ajax?
- Ajax’s Popularity
- Ajax Frameworks
- System Requirements
- Installing and Compiling the Sample Code
- Ajax - A More Technical View
- Ajax - Its Disadvantages
- Ajax - Frameworks
- The MS Atlas Project
- Anthem.NET
- Ajax.NET Professional
- The Sample Applications
- Example 1: Get Server Date/Time
- Atlas
- Anthem.NET
- Ajax.NET Professional
- Example 2: Real-time Clock
- Atlas
- Anthem.NET
- Ajax.NET Professional
- Conclusion
Source :
Integrating Ajax into Web Appliations
October 1, 2006
Tahu teko? Iya, itu yang dipakai orang untuk masak air. Yang bunyi “Tuuutt….” saat airnya sudah masak. Juga Toaster yang rotinya akan keluar sendiri kalau sudah matang. Tahu rice cooker kan? semua rice cooker pasti punya lampu led. Lampu yang jadi tanda kapan nasi sudah matang. Begitu juga dengan Laptop yang lampu led nya berubah dari orange menjadi hijau saat batreinya udah penuh di-charge. Macem - macem lah pokoknya. Yang pasti, semuanya punya tanda, kapan alat2 itu siap digunakan atau kapan tugasnya selesai. Jadi kita tahu apa yang harus dilakukan saat tanda itu muncul.
Sekarang coba bayangkan, bagaimana bila manusia seperti itu. Manusia memiliki tanda atau lampu yang menunjukkan state atau keadaan seseorang. Misalnya saat marah lampunya berwarna merah atau abu-abu saat ngantuk.Jika memang itu ada, bagaimana ya? Kita bisa tahu kapan bisa bercanda dengan seseorang, kapan seseorang perlu teman, atau kapan seseorang perlu untuk sendiri.
Mungkin tidak hanya itu, kita bisa tahu, kapan seseorang siap untuk diberi tanggung jawab besar untuk sebuah pekerjaan, kapan seseorang kuat untuk diberi berita yang mengejutkan, bahkan kita akan tahu apakah seseorang akan berkata “Ya” pada saat dilamar. Ga perlu lagi menebak-nebak tanpa tahu sebenarnya. Semua sudah ditunjukkan olah lampu itu. Tapi kayaknya ga seru kalau ga pake nebak-nebak gitu ya? Bukankah selama ini, salah satu kejaiban manusia adalah ke-tidakjelas-annya. Manusia tidak bisa ditebak perasaan atau “state” nya. Orang yang tampak selalu mengantuk dan menguap terus-menerus, namun kuat melek sampai pagi,orang yang tampak berani tapi berteriak ketakutan saat melihat kecoak, Atau seperti yang dinyanyikan dalam sebuah lagu, orang yang menangis di dalam senyuman.
Yah, namanya cuman sekedar pemikiran. Ga pernah jelas. Mungkin cuma khayalan. Yang pasti kalo memang lampu led itu nantinya bener2 ada, warna-warna RGB atau CYMK yang ada skarang, cukup nggak ya untuk mewakili semua “state” manusia?
September 21, 2006
Jika sebelumnya posting tentang TA, sekarang tentang wisuda.
Kalo kmaren2 cpet2 ngerjain ‘n nyelesein TA(Walaupun ga bener2 cepet) dengan alasan ga ada duit lagi buat bayar SPP. Akhirnya bisa lega, soalnya pengumuman yudisium dah keluar. Ga bayar SPP deh. Wisuda di depan mata. Tapi saat liat pengumuman wisuda…. TOENGGGG!!! Biaya wisuda Rp. 500.000, Alumni Rp. 40.000, Jaminan Toga Rp. 75.000. Weks.., total Rp.615.000. Belum termasuk sumbangan buku ke perpustakaan. Wow, trus apa bedanya? Mungkin uang segitu termasuk kecil bagi mahasiswa S1 ‘06 yang SPPnya kalo di’itung tiap bulan hampir 1 juta’an. Trus buat kita calon alumni yang sebagian besar nganggur, ‘n ga tega nodong ke ortu, Mo dapet duit dari mana?
Sepenting itukah wisuda? Sampai-sampai ijasah tidak bisa diambil jika tidak ikut wisuda. Jadi, walau IP kumlot, kalo ga ikut wisuda ga laku deh. Ga ada bedanya sama anak SMU yang perjuangannya selama 3 tahun terakhir ditentukan hanya beberapa jam saat UNAS. Padahal dari 5 kali hadir pada saat wisuda (di STIKOM maupun lainnya), wisuda hanya merupakan prosesi aja(Kaya perokok yang bilang, abis makan harus merokok, padahal kalo ga juga ga papa! :p). Pake toga, ma ortu ato PW mungkin, trus maju ke depan dikasi wadah kosong, pemindahan tali toga, trus salaman ma ketua, udah deh. Oh ya, juga dengerin sambutan-sambutan panjang lebar seperti tipikal kegiatan di indonesia. Nilai plus nya dimana? Kebanggaan ortu liat anaknya pake toga? Kalo cuman itu, ngapain kuliah? Beli toga aja, dipake tiap hari. Ortu juga ga sebodoh itu, mereka tahu bahwa masa depan anaknya jauh lebih penting daripada toga yang dipakai atau dengan siapa dia salaman.
Lepas dari itu, wisuda mendatang juga sedikit ‘aneh’. Karena peserta wisuda terlalu banyak, acara dibagi menjadi 2 bagian. Untuk S1 pagi hari jam 8.00, D3 Jam 15.00. Apakah tidak diperkirakan sebelumnya bahwa lapangan Lt. 9 tidak cukup untuk menampung seluruh wisudawan dan keluarganya? Atau tidak mengira jumlah wisudawan sebanyak ini? Keputusan beberapa tahun yang lalu untuk memindah acara wisuda yang biasanya diadakan di Ballroom Hotel J.W Mariott (dulu Westin) baru terasa sekarang. Entah apa sebenarnya alasan pemindahan ini. Kalau yang dipakai adalah alasan penghematan, siapa yang berhemat? Lha setahu saya, biaya yang dibebankan pada wisudawan juga tidak menurun. Jadi teringat dulu waktu acara wisuda di JW. Mariott/Westin, Ga tahan kebelet pipis karena AC yang dingin minta ampun. Trus waktu pertama di lt.9, tangan sampe capek bergerak2 terus menggoyangkan apapun yang bisa dijadikan kipas. He..he.. Untung sekarang dah ada ACnya.
Jadi, kalo emang ga ikut wisuda ga boleh ambil ijasah ya? Ikut tahun depan gimana? Kalo dah punya duit. Namanya juga mahasiswa(baca:bawahan) ya mau gimana lagi.. Kalo bos bilang A,suka ga suka harus ikut A. Salah sendiri mau jadi mahasiswa.
Kan Indonesia…. Gitu masih ga bangga jadi Warga Negara Indonesia.
September 18, 2006
Setelah pengalaman mengerjain TA dan kelar (wih gaya!!), kayaknya ada sesuatu yang bisa dibagi ma temen2. Semoga bisa menjadi sedikit pencerahan buat ngerjain TA.
1. Cari alasan yang bisa bikin semangat ngerjain TA
Sebenarnya banyak yang bisa dijadiin alasan biar semangat, tinggal masing2 cari yang cocok aj. Contoh: nyenengin ortu, bosen kuliah, pengen cepet kawin, ga punya duit lagi byr spp, malu ma camer, temen seangkatan dah pada kelar, dan paling ampuh BATAS STUDI!!
2. Konsisten dengan komitmen
Kalo dah dapet alasan, konsisten dunk! Kalo dah ngerjain TA, singkirin dulu kegiatan laen yang ganggu. kurangin nge game, maen, pacaran, dll. kalo perlu, puas2in dulu nge game ampe bosen, baru kerjain TA.
3. Cheerleader!
Perlu banget nih! Tiap saat lagi pusing mikirin TA, seneng banget kalo ada yang bilang ‘SEMANGAT‘ . Walaupun nulis2 sendiri buat diri sendiri. Ato mungkin nyokap yang selalu kasi do’a.
4. Siap Mental
Dosen emang kadang suka minta yang berat-berat. Saat kita ngerasa dah beres, eh ada lagi yang salah, trus minta ditambahi. hiks hiks. Jadi ngedrop deh, apalagi kalo dah bates mo daftar. Tapi ya gimana lagi, emang gitu tugasnya. Namanya juga TA, kan harus tes mental juga. Lagian kalo ga gitu, ntar malah keder pas sidang.
5. Ngikut aja ma pembimbing
Wis pokoknya ngikut lah. enak-enak!
6. Testing
Sebelum maju, kasi tu TA ma temen2. biar diancurin ma temen2. Siap2 benerin ‘n jawab pertanyaan dari temen2. Baik program ato laporannya. Jadi paling ga udah punya gambaran, apa aj yang bakal ditanyain pas sidang.
7. Perlengkapan Maju TA
JAngan lupa, siapin semua yang dibutuhin waktu sidang. Sebelumnya nonton sidang yang laen, jadi ngerti kudu ngapain pas sidang. Jangan trus ntar pas sidang tolah-toleh kaya kebo.
8. Siapkan Materi
Nah, kalo ini bocoran dari Mr Soetam nih. katanya, waktu sidang, materi yang penting2 di print aj, disiapin buat sidang. Jadi pura-pura nya dah siap. Lagian kan enak, bisa jadi contekan pas ditanya. Tapi awas, jangan sampe ga ngerti blas materinya, trus jadi nyontek terus.
9. Latihan Ngomong di depan orang
Jangan cuma ngomong depan cermin. kalo perlu gantiin pak RT pas pidato di kampung. kalo ga bisa ya ma temen2. ntar minta temen2 komentar.
10. Doa
Jangan lupa Doa, puenting pol nih. minta nyokap doain juga. kakak, adik, pacar, pak su, dik sri, lik to, cak mat dan lain lain.
Semoga bisa beres TA nya, kalo ga beres ya gimana lagi, ngulang lagi mass…
August 18, 2006
Lagi ku melihatnya, hatiku seperti hilang setengah.
Energiku down sampai 25 persen hingga harus bertumpu di kursi.
Tatapanku menghujam tepat di matanya yang menatapku.
Lalu tatapanku berpendar ke seluruh permukaan wajahnya.
Tak terkata betapa memikatnya Tuhan menciptakan gadis ini.
Ibarat hasil maha karya sempurna yang tak ternilai.
Mungkin yang dapat kugambarkan hanya warna pipinya yang putih
dengan semburat rona ungu dan bibirnya yang merah
bak jambu air yang menantang untuk digigit
serta rambut yang sehitam malam tanpa sinar bulan.
Melihatnya, aku seperti melihat sesuatu yang seperti ‘milikku’.
Seandainya dia sebuah mainan, maka aku sangat ingin memilikinya.
Andai dia permen, maka aku ingin mengemutnya.
Atau misalnya dia boneka, maka aku ingin memeluknya.
Atau mungkin dia aroma udara, maka aku ingin menghirupnya dalam-dalam
hingga dia tinggal sepenuhnya dalam diriku.
Tapi keinginan itu tinggal keinginan.
Dia seperti bulan yang mustahil kuraih.